<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pulsa elektrik murah &#187; kpk</title>
	<atom:link href="http://elektrikpulsa.com/tag/kpk/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://elektrikpulsa.com</link>
	<description>Distributor pulsa elektrik termurah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 03:00:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Transkrip KPK-Rekaman KPK</title>
		<link>http://elektrikpulsa.com/pulsa-news/transkrip-kpk-rekaman-kpk.htm</link>
		<comments>http://elektrikpulsa.com/pulsa-news/transkrip-kpk-rekaman-kpk.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 04:40:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektrik pulsa News]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elektrikpulsa.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Transkrip Rekaman KPK – Transkrip Rekaman KPK secara langsung memberi angin segar kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang akhir-akhir ini banyak sekali di gerayangi masalah serius yang menggerogoti kredibilitasnya. Yakni di tetapkannya ke 2 pimpinan KPK yang kinin non aktif, Chandra M Hamzah dengan Bibit Samad Rianto, sebagai tersangka dugaan suap dan penyalahgunaan wewenang. “Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Transkrip Rekaman KPK – Transkrip Rekaman KPK secara langsung memberi angin segar kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang akhir-akhir ini banyak sekali di gerayangi masalah serius yang menggerogoti kredibilitasnya.</p>
<p>Yakni di tetapkannya ke 2 pimpinan KPK yang kinin non aktif, Chandra M Hamzah dengan Bibit Samad Rianto, sebagai tersangka dugaan suap dan penyalahgunaan wewenang.</p>
<p>“Saya rasa (rekaman) itu jadi positif. Rekaman itu menjadi bukti kuat bahwa KPK berada pada posisi yang disangkakan selama ini,” ujar pengamat hukum Universitas Indonesia Rudi Satrio dalam perbincangannya dengan okezone, Rabu (28/10/2009).</p>
<p>Lebih lanjut Rudi menyatakan bahwa rekaman Transkrip Rekaman KPK seharusnya di jadikan pertimbangan pihak kepolisian untuk mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan). Dan “Tidak harus di buka di pengadilan,” tandasnya.</p>
<p>Membeberkan bukti kepada publik merupakan langkah bagus, selain menyerahkan kepada yang berwenang, hal ini untuk mengimbangi opini publik yang tumbuh di media belakangan ini.</p>
<p>Transkrip Rekaman KPK berisi percakapan antara Anggodo Widjojo dengan Wisnu Subroto serta beberapa orang lainnya dan petinggi kepolisian juga di sebut didalam percakapan itu, dan isinya adalah dugaan keras atas penetapan dua pimpinan KPK non aktif sebagai tersangka utama kasus suap dan penyalahgunaan wewenang.</p>
<p>Berikut ini adalah cuplikan transkrip rekaman rekayasa kasus KPK</p>
<blockquote><p>Wisnu ke Anggodo (23 juli 2009)</p>
<p>“Bagaimana perkembangannya,”<br />
“ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes”<br />
“pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya R (nama<br />
salah satu pucuk pimpinan kejaksaan), minggu ini, terus balik ke sini,<br />
terus action”<br />
“RI-I belum”<br />
“Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal”</p>
<p>Anggoro ke Anggodo (24 Juli 2009)</p>
<p>“Yo pokoke saiki Berita Acarane kene dikompliti”<br />
“wes gandeng karo Ritonga kok dek’e”<br />
“janji ambek Ritonga, final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir senen”<br />
“…sambil ngenteni surate RI-1 thok nek?”<br />
“lha kon takok’o Truno, tho”&#8221;yo mengko bengi, ngko bengi dek’e”</p>
<p>Hadi Atmoko ke Anggodo (27 Juli 2009)<br />
“..dan ini kronologinya saya sudah di Bang Farman semua,”<br />
“sebetulnya ada satu saksi lagi si Edi Sumarsono Pak, yang Antasari<br />
itu Pak”Sama pembuktian lagi waktu Ari kesana, ada pertemuan rapat<br />
dengan KPK Pak”<br />
“Ada pertemuan di nya di ruang rapat Chandra”</p>
<p>Anggodo ke Kosasih (28 Juli 2009)<br />
“Kos, itu kronologis jangan Lu kasih dial oh Kos”<br />
“Jangan dikasihkan soalnya Edi sudah berseberangan”<br />
“Cuman Lu harus ngomong sama dia:’terpaksa Lu harus jadi saksi’,<br />
karena Chandra Lu yang perintah, kalao nggak, nggak bisa nggandeng”</p>
<p>Anggodo ke seorang wanita (28 Juli 2009)<br />
“Besok kon tak ente…, ngomong ke Ritonga, Edi Sumarsono itu bajingan<br />
bener, sebenarnya dia mengingkari semua”<br />
“besok penting ngomong. Edi ngingkari Pak, padahal Antasari bawa Chandra”</p>
<p>Anggodo ke Parman (penyidik) (29 Juli 2009)<br />
“Kelihatannya kronologis saya yang benar”<br />
“Iya sudah benar kok, saya lihat, di surat lalulintas. Saya sudah<br />
ngecek ke Imigrasi, sudah benar kok”</p>
<p>Anggodo ke Wisnu (29 Juli 2009)<br />
“Terus gimana Pak, mengenai Edi gimana Pak”<br />
“Edi udah tak omongken Irwan apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita<br />
ini yang jadi salah”<br />
“Iya, padahal ia saksi kunci Chandra”<br />
“Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu, gak apa-apa kan Pak”<br />
“Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apalah”<br />
“Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Irwan kan. Cuma kalau dia<br />
nutupin dia yang perintah…perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra<br />
itu ga ngaku. Terus siapa yang ngaku”<br />
“ya you sama ARI”<br />
“Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra”<br />
“Nggak,’saya dengar dari Edi”<br />
“Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha Edinya nggak mau ngaku,<br />
gitu Pak,’dia nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit,’<br />
gimana bos?”<br />
“Ya ngdak apa-apa”</p>
<p>Anggodo ke Wisnu (30 Juli 2009)<br />
“Pak tadi jadi ketemu?”<br />
“Udah, akhirnya Kosasih yang tau persis teknis di sana. Suruh<br />
dikompromikan disana, Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno, dia juga<br />
ketemu Pak Susno lagi si Edi. Yang penting kalo dia tidak mengaku<br />
susah kita.”<br />
“Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra<br />
atas perintah Antasari”<br />
“Nah itu”<br />
“Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa<br />
ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu<br />
kejadian”<br />
“Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.”<br />
“Nggak ada memang. Jadi dia cuma dikasih tau disuruh Ari gitu. Dia<br />
curiga duite dimakan Ari.”<br />
“Bukan sial Ari-nya Pak, dia cerita pada waktu ke KPK dia yang minta<br />
Ari, kalau ditanya saya bilang Edi ada disitu, diwalik sama-sama doa,<br />
Ari yang suruh ngomong dia ngomong dia ada. Kalau itu saya ga jadi<br />
masalah pak, itu saya suruh…”<br />
“Pokoknya yang kunci-kuncinya itu saya sudah ngomong sama Kosasih,<br />
kalo tidak ada lagi…nyampe…ya berarti ya enggak bisa kasus ini gitu”<br />
“Yang penting buat saya Pak si Ari ini, dia ngurusi Ade Rahardja<br />
segala. Ujung-ujungnya dia dapet perintah nyerahkan ke Chandra itu<br />
siapa Pak? Kan nggak nyambung pak”<br />
“Bukan Pak, dia memerintahkan nyerahken ke Chandra yang Bapak juga<br />
tahu kan, karena kalo ga ada yang merintah Chandra Pak, nggak nyambung<br />
uang itu lho’<br />
“Memang keseluruhan tetap keterangan itu, kalau edi nggak ngaku ya<br />
biarin yang penting Ari sama Anggodo kan cerita itu”<br />
“kan saksinya kurang satu”<br />
“Saksinya akan sudah 2, Ari sama Anggodo”<br />
“Saya bukan saksi, saya kan penyandang dana kan”<br />
“kenapa dana itu dikeluarkan, karena saya disuruh si Edi kan, sama<br />
saja kan, ha ha ha…”<br />
“suruh dia ngaku lah Pak, kalao temenan kaya gini ya percuma pak punya temen.”<br />
“Susno dari awal berangkat sama saya ke Singapura. Itu dia sudah tahu<br />
Toni itu saya, sudah ngerti Pak. Yang penting dia nggak usah<br />
masalahin. Itu kan urusan penyidik”Yang penting dia ngakuin itu bahwa<br />
dia yang merintahkan untuk nyogok Chandra, itu aja”<br />
“Sekarang begini, dia perintahkan kan udah Ari denger, you denger kan.<br />
Sudah selesai…”<br />
“Tapi, kalo dia nggak Bantu kita Pak, terjerumus. Dia dibenci sama Susno”<br />
“Biarin aja, tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno”</p>
<p>Anggodo dengan seorang wanita (6 Agustus 2009)</p>
<p>“iyo tapi ditakono tanda tangani teke sopo, iya toh gak iso jawab.<br />
Modele bajingan kabeh, Yang. Chandra iku yo, wis blesno ae Yang, ojo<br />
ragu-ragu…”</p>
<p>Anggodo dengan …(7 Agustus 2009)</p>
<p>“menurut bosnya Trunojoyo, kalau bisa besok sudah keluar”<br />
“Male bilang tidka bagus, karena pemberitaannya hari minggu, orang<br />
sedang libur. Bagusnya Senin pagi, langsung main”<br />
“Truno minta TV dikontak hari ini, supaya besok counternya dari Anggoro”</p>
<p>Anggodo dengan …(8 Agustus 2009)</p>
<p>“Nggak usah ngomong sama penyidik. Cuma abang saja tahu bahwa BAP nya<br />
Ari tuh seperti itu. Jadi dalam posisi dia BAP, masih sesuai apa yang<br />
dia anu. Jangan sampai dia berpikir, kita bohong”<br />
“Siap Bang”<br />
“Sama harus dikaitkan ini, seperti sindikat Edi, Ari sama KPK satu<br />
sindikat mau memeras kita, ya Bang”<br />
“iya”<br />
“Intinya si Ari sudah di BAP seperti kronologis. Kenapa kok kita<br />
laporkan Ari itu. Kenapa sudah laporan begini kok dia melarikan diri.<br />
Gitu loh. Dan si Edi itu di BAP itu nggak ngaku. Kit anggak usah<br />
ngomong. Pokoknya si edy nggak tahu kita.<br />
“Bang, nanti maksudnya di BAP kita nantinya, inti bahwa pengakuan itu Bang”<br />
“iya”<br />
“sekarang jangan dibuka dulu. Maksudnya status si Ari itu, kita merasa<br />
Ari sama Edy dan ini tuh, ini kita diperas KPK sudah kita bayar.<br />
Kenapa jadi masalah begini. Gitu loh Bos”<br />
“Iya”<br />
“menurut pengakuan Ari, dia sudah membayar seluruh dana teresbut<br />
kepada orang-orang KPK, nggak tahu siapa”<br />
“Betul”</p>
<p>Alex dengan Anggodo (10 Agustus 2009)</p>
<p>“Secara keseluruhan apik. Anggoro nggak lari”<br />
“Kenceng dia ngomonge”<br />
“Kenceng. Tak rekam banter mau”<br />
“Y owes. Terus poin-poinnya tersasar, kan?”<br />
“Sudah”<br />
“Tidak lari. Ciamik dee njelasnoe”<br />
“Ini ada suatu rekayasa, nampak dari pemanggilan jadi saksi terus<br />
tersangka. Tenggat waktu 9 bulan. Sudah kondusif. Moro-moro karena ada<br />
testimony, muncul pemanggilan sebagai tersangka. Secara keseluruhan<br />
oke.”<br />
“Mengenai cekal, salah sasaran”<br />
“Ya dalam kasus Yusuf Faisal, kok dicekal Anggoro. Itu bagaimana.<br />
Penyitaan dan penggeledahan juga salah sasaran. Dalam kasus Yusuf<br />
Faisal, kok yang digeledah Masaro. Pokoknya intinya sudah masuk<br />
semua.”</p>
<p>Alex dengan Anggodo dan Robert (10 Agustus 2009)</p>
<p>“Iya memang dicuplikan. Nggak banyak, tapi intinya kita berkelit,<br />
kalau ini bukan penyuapan. Karena di awal itu, beritanya dari Antasari<br />
dulu, testimoni itu. Jadi dia cuplik dari Antasari, terus baru<br />
disambung ke kita, jadi dijelaskan sama Bonaran, kalo itu bukan<br />
penyuapan. Dan permasalahannya, kedatangan Antasari menemui Anggoro itu juga membawa konsekwensi Antasari bisa dipermasalahkan”<br />
“Ngomong gimana? Pengacara dari Anggoro press rilis hari ini.”</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elektrikpulsa.com/pulsa-news/transkrip-kpk-rekaman-kpk.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

