Penampakan Bunda Maria di Mesir.10 Ribu Orang Sabar Mendongakkan Kepala hingga Pukul 03.00. Penampakan Bunda Maria menjadikan Al-Warrak tujuan ziarah dadakan kaum kristiani Mesir. Mereka berharap bisa menuai berkah.
Tiap malam, ribuan umat kristiani Mesir yang sering disebut dengan kaum Kristen Koptik memadati Gereja Ortodoks St Mary’s dan halaman sekitarnya di Al-Warrak, pinggiran Kairo. Buntutnya, para pedagang asongan dan penjual permen ikut mengular di sekitar lokasi penampakan Bunda Maria itu.
Para peziarah yang datang dari berbagai penjuru Mesir bersama sanak saudara dan anak-anak mereka itu berharap bisa menyaksikan ibu Sang Juru Selamat dengan mata kepala sendiri, juga menuai berkah dari penampakan tersebut.
“Orang pertama yang menyaksikan penampakan itu justru seorang muslim. Dia merekam penampakan tersebut dengan kamera video dan menyebarluaskannya,” ujar Frater Fishay, salah seorang pendeta di gereja ortodoks tersebut, seperti dilansir Agence France-Presse.
Dia mengaku baru menyaksikan penampakan tersebut pada malam kedua, setelah mendengar kesaksian Hassan, pria muslim yang menjadi saksi pertama penampakan Bunda Maria 10 Desember lalu.
Pada 10 Desember itu, Hassan mengaku duduk-duduk di sebuah kedai kopi di Al-Warrak. Tiba-tiba, dia melihat cahaya menyilaukan dari arah gereja. Saat itu, jam masih menunjuk pukul 20.30 waktu setempat.
Beberapa saat kemudian, warga yang berlalu-lalang di sekitar gereja juga melihat cahaya yang sama. Selain itu, mereka melihat seekor burung terbang mengitari atap gereja. “Sekitar pukul 02.00, penampakan tersebut muncul,” kata Fishay.
Dalam penampakan itu, papar pemuka gereja tersebut, Bunda Maria mengenakan jubah berwarna putih-biru. Dia berkesempatan menyaksikan sendiri penampakan ibu Yesus itu pada 11 Desember lalu. “Gedung gereja dikunci saat malam tiba. Karena itu, saat terjadi penampakan pada hari pertama, kami tidak ada di sana. Baru pada malam kedua, kami sengaja menanti penampakan itu. Kami melihat seekor burung terbang mengitari gereja, kemudian cahaya itu,” urai dia.
Berita penampakan tersebut lantas menyebar dengan pesat ke seantero Mesir. Langsung saja Al-Warrak menjadi destinasi wisata dadakan. Pada malam ketiga setelah penampakan pertama yang disaksikan Hassan, ribuan kaum kristiani mulai memadati kawasan yang selama ini dikenal sebagai wilayah miskin nan kumuh tersebut.
Mereka menanti penampakan Bunda Maria dalam balutan cahaya menyilaukan tersebut di luar gereja. Sebagian besar di antara mereka juga menyiapkan telepon genggam untuk merekam peristiwa langka tersebut.
“Itu memang benar-benar Bunda Maria dalam pakaian putih-birunya. Tidak diragukan lagi,” papar Rami, salah seorang pengunjung.
Kisah sukses Rami menyaksikan penampakan itu membuat ribuan kaum Kristen Koptik Mesir setia menanti munculnya cahaya menyilaukan yang mengawali kehadiran Bunda Maria. Bahkan, sekitar 10.000 orang tetap mendongakkan kepala ke langit meski waktu sudah menunjukkan pukul 03.00.
Berbeda dengan warga kristiani Kairo yang berbondong-bondong menuju gereja ortodoks di Al-Warrak, kaum muslim menanggapi dingin penampakan tersebut. Malah, warga muslim yang tinggal di sekitar gereja meyakini bahwa penampakan itu rekayasa belaka.
“Seseorang sengaja menciptakan ilustrasi tersebut dengan menggunakan sinar laser,” ungkap seorang warga muslim.
Namun, kaum kristiani Kairo tetap tidak terpengaruh. Bagi mereka, Penampakan Bunda Maria di Mesir di gereja kecil itu membawa pesan khusus. “Mustahil mencari tahu alasan di balik penampakan tersebut. Tapi, bisa jadi, Bunda Maria sengaja menampakkan diri agar keimanan kita semakin kuat,” tegas Fishay. Apalagi, 7 Januari mendatang, sekitar 8 juta warga kristiani Mesir merayakan Natal berdasar penanggalan kuno Julian.
Pencarian keyword :,kesaksian di mesir ,kesaksian orang islam yang melihat penampakan Yesus ,kisah seorang ibu melihat cahaya di gereja ,penampakan bunda maria di mesir ,www penampakan bunda maria com
